Salam KreatorKotor
Kembali lagi dengan gua, si kreator newbie yang mencoba memandang suatu pandangan dari berbagai sudut pandang. Dan kembali gua ingatkan, gua gak berharap artikel ini kalian baca. Tapi kalo kalian udah klik artikel ini, gua harap kalian baca artikel ini sampai habis :)
So, kembali lagi ke materi kali ini yaitu Penting Mana Antara Serius Sekolah dan Serius Berorganisasi
Jika kita melihat ke belakang, maka akan terlintas sebuah kenangan tentang pentingnya sekolah. Sekolah itu segalanya, kalo gak sekolah kita gak bisa sukses, kalo sekolah udah pasti sukses. Bahkan ada masa dimana lulus S1 Teknik, dianggap sudah pintar dalam berbagai hal. Tanda tanya yang cukup besar di kepala gua.
Dan sekarang, kita hidup dimana semua sudah berbeda. Kemajuan teknologi merajalela. Lalu apa hubungannya dengan judul artikel kali ini? Mari kita bahas
Sekolah Itu Lebih Penting!
Sekolah merupakan tempat dimana kita bisa menimba ilmu. Ilmu apapun tergantung jurusan apa yang kita pilih. Dan tidak ada batasan untuk mempelajari ilmu. Kita boleh mempelajari lebih dari satu ilmu, semakin banyak semakin baik.
Apabila kita sekolah, kita mendapat ijazah. Dan untuk mendapat nilai yang baik di ijazah, kita perlu berusaha. Belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh. Gua harap, usaha kalian dengan jalan yang benar :)
One more, apa yang kita dapat? Ijazah, that's right. Ijazah berguna sekali untuk menunjang karir dalam suatu pekerjaan. Lapangan kerja biasanya mempertimbangkan calon pekerjanya dengan melihat status pendidikannya. Karena suatu saat, kita semua harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita tidak bisa terus bergantung kepada orang tua.
Berorganisasi Itu Dibutuhkan Untuk Memperluas Jaringan!
Berorganisasi itu bisa dikatakan action di dunia nyata. Dalam suatu organisasi kita bisa menemukan jati diri kita yang tidak bisa dipelajari di bangku sekolah. Berorganisasi menumbuhkan karakter yang dibutuhkan setiap orang. Karena manusia berkarakter, mamiliki pandangan positif di masyarakat.
Kita sendiri bisa mengikuti organisasi dimana saja. Dan cobalah selektif dalam berorganisasi, karena terkadang ada segelintir orang yang membuat suatu organisasi dengan tujuan yang menurut gua aneh.
Jadi, Lebih Penting Mana?
Di Sekolah, kita bisa mendapatkan banyak ilmu akademis dan non akademis. Finally, kita mendapat sebuah reward yaitu Ijazah, dimana semua usaha kita dapat terlihat hasilnya.
Namun, coba kita berpikir sejenak. Dalam mengerjakan sesuatu, yang menurut kita baik, terkadang salah dimata orang lain. Termasuk sekolah, apa yang kita anggap baik terkadang dianggap salah oleh guru. Kita hanya berpacu pada ilmu yang sudah ada, bukan menemukan hal baru.
So, nilai rapot kita sebenarnya tergantung bagaimana guru melihat kita. Namun tidak semua guru itu memiliki sifat tersebut.
Ijazah sendiri dibutuhkan saat kita mencari pekerjaan. Ingat! MENCARI PEKERJAAN! BUKAN MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA! Dimana kita mondar-mandir, kesana-kemari, mencari pekerjaan dengan membawa map berisi syarat-syarat mendaftar kerja. Padahal kita bisa menciptakan lapangan kerja tanpa ijazah, dan kita adalah BOS nya :)
Sedangkan dalam organisasi, kita bisa memiliki banyak jaringan. Kita lebih banyak kenal dengan orang-orang yang mungkin sudah sukses duluan. Karena kesuksesan, kita yang usaha, Tuhan yang accept (menyetujui usaha kita). Tetapi kadang organisasi bisa membuat kita melupakan pentingnya ujian akhir semester. Sehingga, ijazah menjadi di pending.
Apabila kita memiliki jaringan yang luas, kita bisa lebih mudah dalam mencari pekerjaan. Kita tidak perlu kesana-kemari membawa map. Kita hanya perlu bertanya kepada teman-teman kita lewat teknologi yang sudah berkembang. Bahkan, semua syarat yang dibutuhkan bisa kita scan dan kirim melalui email. Bagaimana? Hemat tenaga, hemat biaya, bukan?
Terlepas dari itu semua, dua hal tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bukankah lebih baik apabila kita bisa menjalani keduanya secara berdampingan? Kita hanya perlu mengatur waktu untuk membagi kedua kegiatan tersebut.
Tetapi orang memiliki batas kemampuan dalam menguasai sesuatu, jadi gimana? Sulit untuk menguasai kedua nya!
Kalem guys, Albert Einstein yang sedemikian cerdasnya saja ternyata belum menggunakan kemampuan otaknya secara keseluruhan. Dia bisa, kenapa kita tidak? Semua hanya butuh proses, dibarengi dengan usaha dan doa.
Ah elu enak ngomongnya, emangnya elu udah jadi apa yang elu omongin?
Yap, gua sendiri sebagai penulis hanya ingin memberi sedikit sudut pandang gambaran. Gua juga masih dalam proses mempelajari keduanya, menguasai keduanya. Berbicara memang mudah, melakukannya yang sulit, dan gua sadar akan hal itu.
Finally, gua selaku penulis artikel ini, cuma mau mengajak, agar kita semua (termasuk gua) bisa menguasai kedua itu. Dan itu semua tanpa ada unsur paksaan, karena pilihan ada di tangan kalian. Gua juga masih butuh masukan-masukan dari kalian yang mungkin memiliki sudut pandang lain.
Jadi cuma itu yang bisa gua ungkapkan, guys. Share kalo kalian setuju, komen kalo kalian merasa artikel ini ada kekurangan. Karena gua selaku penulis mengakui segala kekurangan gua.
Salam KreatorKotor!

Capek baca cok . Tpi bermanfaat
ReplyDeleteOke terimakasih sudah berkunjung
DeleteOrganisasi is my life
ReplyDeleteHehe itu sih terserah pendapat masing-masing bro
DeleteKakkoi! Keren 👍
ReplyDeleteTerimakasih sudah berkunjung broo
Delete