Tuesday, August 28, 2018

Resensi Buku Menggugat Historiografi Indonesia

A. Identitas Buku
  • Judul Buku          : Menggugat Historiografi Indonesia
  • Penulis Buku       : Bambang Purwanto dan Asvi Warman Adam
  • Penerbit               : Penerbit Ombak
  • Tahun Terbit        : 2013
  • Jumlah Halaman : 124 Halaman
  • Nomor Edisi        : ISBN: 987-602-258-007-2


B. Sinopsis

Akhir-akhir ini,  sejarawan Indonesia harus menghadapi kenyataan adanya gugatan terhadap konstruksi sejarah Indonesia yang mereka bangun selama ini. Berbagai konstruk dan konsep yang selama ini dipahami sebagai kebenaran tidak lagi dapat diterima oleh masyarakat yang telah memiliki jiwa zaman yang berbeda. Oleh karena itu, tidak heran jika ada yang berpendapat bahwa historiografi Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan atau bahkan berada di ujung tanduk.
Hal itu nampaknya berkaitan erat dengan kenyataan bahwa hampir lima puluh tahun setelah para perintis penulisan sejarah Indonesia meletakkan dasar filosofis dan metodologis dalam kajian sejarah Indonesia, tradisi historiografi Indonesia yang ada selama ini dianggap tetap belum mampu membangun citra dirinya sebagai tradisi  keilmuan yang benar-benar dibanggakan dan diapresiasikan masyarakat secara umum sebagai sebuah media pencerahan.
Sebaliknya, historiografi Indonesia lebih sering dianggap sebagai beban yang menjerumuskan dan bagian dari sebuah sistem yang mengakibatkan berkembangnya cara berpikir yang sempit. Di antara berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi itu, sejarawan akademik merupakan salah satu unsur yang sangat berperan dalam pembentukan tradisi historiografi yang digugat itu, dan penulis merupakan salah satu orang yang ada di dalamnya.
Dari sekian banyak realitas historiografi yang ada, salah satu contoh klasik dari sebuah kesalahan yang terus dianggap sebagai kebenaran baik oleh masyarakat umum maupun sejarawan akademik adalah sejarah Presiden Republik Indonesia dan kepala pemerintahan lainnya. Jika Soekarno dianggap sebagai presiden Indonesia yang pertama, maka anaknya Megawati Sukarnoputri selalu dihitung sebagai presiden yang kelima. Padahal selain dua nama yang telah disebutkan tadi bersama-sama Soeharto, B.J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid, bukti-bukti menunjukkan bahwa sebenarnya ada dua nama lain, yaitu Sjafrudin Prawiranegara dan Assaat yang dapat dikategorikan sebagai presiden dalam sejarah Republik Indonesia, jika sejarah dilihat sebagai proses. Sementara itu dalam konteks yang lain, para kepala pemerintahan yang terdiri dari para perdana menteri sejak dari Sutan Syahrir sampai Djuanda yang seolah-olah hilang tidak berbekas dalam memori historiografis bangsa Indonesia saat ini.
Berdasarkan pengalam itu, tidak mengeherankan jika ada pendapat yang mengatakan dunia sejarah Indonesia saat ini sebenarnya cenderung berjalan di tempat atau bahkan mundur ke belakang secara konseptual dan metodologis. Hal itu sekaligus menunjukkan sebuah kenyataan bahwa para sejarawan Indonesia tidak pernah belajar dari sejarahnya sendiri. Struktur keilmuan yang telah dibangun dengan baik sebelumnya oleh para perintis, ternyata tidak terus dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu sejarah secara umum dan perubahan paradigmatik dari waktu ke waktu, baik karena alasan akademik maupun sosio-kultural. Historiografi yang dihasilkan sejarawan Indonesia tertinggal puluhan tahun dibandingkan dengan tulisan tentang sejarah Indonesia yang dilakukan oleh para penulis asing.


C. Kelebihan Buku

Secara fisik, buku ini dicetak dengan cover dan kertas yang bagus. Menarik untuk dibaca karena mengungkap beberapa pendapat yang saling bertententangan namun bukan berarti kedua pendapat tersebut salah ataupun benar. 


D. Kekurangan Buku

Buku ini penuh dengan tulisan tanpa adanya gambar, terkadang membuat sebagian pembaca tidak tertarik karena terkesan membosankan. Penggunaan diksi yang terlalu tinggi membuat sebagian pembaca sulit memahami. Target pembaca adalah orang dewasa, tidak mencakup semua umur.

Sumber : Buku "Menggugat Historiografi Indonesia" dari Perpustakaan UNY

SITUS WEB UNY
http://uny.ac.id
http://library.uny.ac.id
http://journal.uny.ac.id

Sunday, August 26, 2018

Harga Vespa dari Limbah Kayu karya Anak Bangsa Menuai Pro dan Kontra

Siapa sih yang tidak kenal kendaraan satu ini? Vespa adalah sepeda motor yang di produksi oleh raksasa otomotif yaitu Piaggio. Mulai dari angkatan tua sampai yang angkatan muda, Vespa masih memiliki daya tarik tersendiri di hati masyarakat. Menurut beberapa sumber, Indonesia merupakan pengguna Vespa terbanyak kedua setelah Italia. Artinya, bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia apabila mendengar kata Vespa.

Di Indonesia, banyak sekali scooterist yang sangat kreatif. Dan akhir-akhir ini terdengar kabar bahwa salah satu modifikasi vespa karya anak bangsa dihargai senilai 1,9 Milyar Rupiah. Angka yang sangat fantastis bukan? Dilansir dari salah satu acara televisi, vespa ini merupakan satu-satu nya di dunia. Karya anak bangsa, yang mendunia!

Lantas apa yang membuat Vespa ini begitu mahalnya? Bahkan angka 1,9 Milyar bukanlah harga yang ditawarkan dari sang pemilik, angka tersebut adalah harga yang ditawarkan oleh calon pembeli. Hebat bukan?

Eri Ashari, adalah pemilik dari vespa tersebut. Berasal dari Lembang, Bandung. Dia membuat body Vespa dari bahan limbah kayu. Maka dari itu, memang Vespa yang satu ini benar-benar limited edition. Bahkan, proses mengumpulkan limbah kayu tersebut selama 2 tahum! Lah itu aja baru ngumpulin limbah lur! Kabarnya, limbah kayu yang digunakan adalah limbah pensil kayu. Total limbah yang dikumpulkan selama 2 tahun adalah 65 juta pensil.

Nah, dalam hal ini menuai pro dan kontra. Ada yang benar-benar menghargai, ada yang mengatakan bahwa merugi apabila membeli vespa tersebut. Harga 1,9 Milyar ternyata bukanlah penawaran dari orang dalam negeri, namun penawaran peminat dari luar negeri. Salah seorang yang berasal dari Venezuela ingin sekali membeli Vespa karya anak bangsa ini dengan nominal 130.000 Euro (1,9M). Dan lucunya, orang dalam negeri pun ada yang menawar tetapi hanya dalam nominal 3Juta Rupiah. Lucu atau ngenes? Orang luar negeri begitu mengapresiasi karya anak bangsa, sedangkan anak bangsa? Apa yang kita lakukan?

Terlepas dari pro kontra, bukankah sebaiknya kita sebagai anak bangsa lebih menghargai? Menghargai bukan berarti membeli kan? Bukan malah mengatakan "untuk apa membeli barang seperti itu, 10juta pun saya gak mau". Berkomentar memang mudah, tak lebih dari 2 menit kita sudah bisa berkomentar. Tetapi karya tersebut, membutuhkan waktu minimal 2 tahun. Jika memang benar-benar tidak suka, bukankah lebih baik diam saja? Bukan malah berkomentar negatif? Ini karya Anak Bangsa, akan lebih baik jika kita pun merasa bangga. Ada dua hal dalam suatu karya, yaitu bagus, dan sangat bagus. Tidak ada kata jelek, buruk, dll.

Kabarnya, pemilik belum mau menjualnya karena akan menghadiri acara Vespa di Yogyakarta. Bagaimana menurut kalian? Tulis komentar kalian di kolom komentar.

Saturday, August 25, 2018

My Journey To Jogja, City of Education

Sebelum aku menulis perjalananku hingga ke Jogja, aku ingin mengingatkan bahwa kisah ini bukan semata-mata untuk menyombongkan diri, namun hanya sekedar motivasi. Ambil saja nilai positif, nilai negatif tinggalkan. Maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Enjoy my story :)


Aku, lahir tanggal 3 April 2000 di Kota Metro, Lampung (yang tercatat di akta sih gitu, aku mah gak inget soalnya dulu masih bayi :v). Aku bukan terlahir dari keluarga kalangan atas, yang mampu memiliki segalanya. Bukan keluarga yang bisa mengatakan "besok mau makan apa?", namun aku hanya bisa mengatakan "besok apa yang mau dimakan". Namun bukan berarti aku ingin meminta belas kasihan orang-orang disekitarku. Menabung sudah menjadi hal yang biasa ketika aku ingin mendapatkan sesuatu.

Masa sekolahku terkesan biasa saja, sama seperti kebanyakan anak pada umumnya. Saat lulus SD, aku pernah bingung mencari SMP karena nilai Ujian Nasional pas-pasan. Bahkan bapakku pernah meminta tolong tetangga yang merupakan staff di salah satu SMP, namun apa jawaban tetangga kepada bapakku? Dia berkata "anakmu apa bisa masuk sini dengan nilai segitu?". Kata-kata yang menghantam, menyiksa batin. Karena SMP tersebut memang Negeri, maka masuknya wajib menggunakan nilai Ujian Nasional. Akhirnya aku malah nekat mendaftar di SMP Negeri yang pada saat itu berlabel 'RSBI' (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Kenapa aku malah daftar di SMP tersebut? Karena disana tidak menggunakan nilai Ujian Nasional sebagai satu-satunya syarat masuk, namun ada tes-tes lain yang harus dilakukan untuk bisa masuk. Finally, aku bisa masuk SMP yang lebih baik. Dan bapakku? Bisa bangga ketika bertemu tetanggaku yang tadi :D

Dimasa SMP, aku bukan siswa yang berprestasi, karena memang siswa yang masuk disana diseleksi secara ketat. Alhasil, sainganku adalah anak-anak yang memiliki kemampuan lebih. Aku berada di lingkungan sekolah yang baik, cara pandang yang kritis, membuatku terbiasa. Kujalani masa SMP dengan senang hati, hingga lulus.

Setelah lulus SMP, aku melanjutkan ke jenjang SLTA. Terjadi perbedaan pendapat antara kedua orang tuaku. Di salah satu pihak ingin aku lanjut ke SMA, di pihak lain ingin aku melanjutkan ke SMK. Namun pada akhirnya tetap mengikuti kemauanku, karena aku yang menjalani. Aku berdiskusi, tidak lupa meminta maaf kepada salah satu orang tuaku karena kemauannya tak bisa kupenuhi. Apa yang aku pilih? Aku memilih masuk ke SMK. Dengan berbagai pertimbangan, salah satunya apabila aku tidak bisa melanjutkan ke jenjang kuliah aku masih memiliki skill untuk langsung turun ke dunia kerja.

Aku melanjutkan ke salah satu SMK di Kota Metro, terakreditasi A, dengan jurusan Teknik Otomotif. Dan ada banyak cerita yang sulit dilupakan saat masa SMK. Mungkin orang-orang benar apabila mengatakan apabila masa indah adalah masa SLTA, karena aku pun merasakannya.
Awal masuk, berkenalan dengan teman baru, dimana pada saat angkatanku memang 100% siswa laki. Mungkin terlihat gersang, tapi kami kompak dalam berbagai hal. Satu hal yang mengerikan, aku masuk di kelas yang semula jumlah siswa nya 31. Namun ketika kelulusan, kelasku tinggal 19 siswa. Mungkin karena peraturan yang terlalu ketat, atau tidak sesuai dengan hati, banyak teman-temanku yang memutuskan untuk pindah sekolah ketika tahun pertama maupun tahun kedua.
Flashback sejenak, lingkunganku di SMP yang seperti diatas aku ceritakan tadi, membuatku berada di puncak kejayaan ketika SMK :v Why? Aku terbiasa belajar hal-hal rumit, banyak materi SMK yang ternyata sudah diajarkan di SMP, kecuali mata pelajaran kejuruan. Alhasil? 6 semester dari awal masuk sampai lulus aku selalu mendapat juara 1 di kelas. Awalnya hanya karena apa? Ya, omongan tetangga :D Dan akibat dari langganan ranking 1 di kelas, aku sering mendapat beasiswa untuk biaya sekolah di SMK. Setengah dari total biaya sekolahku, dibiayai oleh beasiswa.

Dan menjelang kelulusan, banyak sekali bursa kerja yang masuk ke SMK ku. Menawarkan pekerjaan yang menarik, dengan fasilitas yang baik, dan sebagainya. Dan aku terpikir untuk lanjut kuliah. Aku berkonsultasi ke banyak guru, ada yang mendukung dan ada yang menjatuhkan. Bahkan ada yang sampai menyakiti hati sampai saat ini. Beliau mengatakan "Untuk apa kamu kuliah? Kamu itu SMK, kamu dibentuk untuk siap belerja. Kalau kamu kuliah, kamu kalah disaat mendaftar, saingan kamu itu anak-anak SMA yang memang diarahkan ke jenjang lebih tinggi. Tes masuknya, lebih dominan pelajaran SMA, kamu bisa apa?". Seperti itu kira-kira perkataan salah satu guru ku. Tapi aku tetap memaksa untuk kuliah. Aku pun berdiskusi lagi dengan kedua orang tuaku, meminta masukan, karena apapun itu pasti akan lebih baik ketika ada dukungan orang tua.
Kembali lagi, ada perbedaan pendapat diantara mereka. Salah satu menginginkan aku bekerja, di pihak lain menginginkan aku kuliah. Dan semua bergantung di pilihanku, aku memilih untuk kuliah. Aku nekat, aku bersikeras, aku berangkat ke Yogyakarta. Bahkan pengumuman kelulusan dai SMK belum ada, acara perpusahan tidak aku ikuti, aku sudah kabur. Bahkan sampai saat ini aku belum sempat untuk pulang ke Lampung :)

Sebelumnya, aku memang sudah mendaftar di salah satu universitas di Yogyakarta dengan jalur SNMPTN. Tetapi aku gagal, maka dari itu aku melanjutkan ke jalur SBMPTN dengan panlok Yogyakarta.

Di Yogyakarta, aku belajar soal-soal SBMPTN dari internet, buku-buku referensi, soal-soal dari tahun ke tahun. Dan memang, aku pun kaget membaca soal tersebut :v soal yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Namun aku terus berusaha, selama 2 minggu aku belajar dengan sistem kejar target karena memang itu menjelang ujian SBMPTN.

Akhirnya tiba saat ujian SBMPTN, aku bersiap dan berangkat pagi agar tidak terlambat dan menghindari ramainya lalu lintas. Aku dapat lokasi ujian di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Berdoa, berusaha, dan tawakal. Kukerjakan hanya sebagian soal-soalnya aku bisa, yang tidak bisa aku kosongkan. Karena aku tidak mau masuk kuliah karena asal pilih, keberuntungan, gamble, apabila aku tidak masuk berarti memang aku tidak pantas. Padahal, pada tahun ku SBMPTN, tidak ada sistem pengurangan nilai. Tapi aku tidak mau memaksakan sampai-sampai asal pilih jawaban.

Selesai SBMPTN aku menunggu di Jogja sampai pengumuman. Seperti pengangguran ku jalani hari-hari sambil menunggu pengumuman.

Sampai akhirnya datang hari dimana pengumuman hasil seleksi diumumkan. Aku sempat negative thinking dengan hasilnya, aku pun sudah siap untuk ditertawakan guru ku di SMK dulu. Dan aku buka pengumuman SBMPTN, ternyata aku berhasil masuk di Universitas Negeri Yogyakarta. Salah satu universitas yang banyak diperebutkan bukan hanya di Yogyakarta, tapi diperebutkan di Indonesia. Senang, sedih, semua bercampur jadi satu.
Lalu aku menelpon ayahku dirumah, dengan air mata bahagia aku masih sempat bercanda dengan keluarga ku di kampung. Seperti ini kira kira pembicaraanku dengan ayahku di telpon

  • Aku    : Assalamualaikum, Pak. Maaf ya pak kayanya aku gak bisa pulang. Aku pengen disini                 aja, aku males mau pulang ke Lampung. Disini aku betah pak.
  • Bapak : Loh, kenapa? Aneh-aneh aja kamu itu. Ngapain kamu disana, pulang!
  • Aku    : Ya gimana mau pulang pak, aku mau ngurus segala keperluan di kampus. Soalnya aku                keterima di UNY.
  • Bapak : *ntah kaget, ntah speechless, ntah apa pokoknya teridam. Alhamdullah nak, gak sia-                 sia perjuanganmu.
Ya, aku akhirnya masuk Universitas Negeri Yogyakarta dan mengambil jurusan Pend. Teknik Otomotif. Satu jalan dengan latar belakangku di SMK yang Teknik Otomotif. Dan ini semua karena apa? Karena omongan guru ku yang sadis tadi :v
Dan aku, adalah satu-satunya siswa dari SMK tersebut yang berhasil masuk universitas di Yogyakarta, yang dijuluki sebagai Kota Pendidikan. Sendirian di kota ini kadang membuatku sedih :v

Sekarang aku sedang menjalani kuliah, bahasa kerennya masih maba, masih pemanasan dulu di tempat baru. Banyak mengenal orang-orang baru, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebenarnya apa yang ingin ku sampaikan pada perjalananku kali ini? Mungkin kata-kata yang sudah pasaran sih, yaitu jangan balas ejekan dengan amarah, namun buktikan dengan realita. Bayangkan apabila aku hancur saat daftar SMP? Dan bayangkan lagi apabila nanti aku kembali ke Lampung dan bertemu guru SMK yang sempat mengatakan aku takkan mampu masuk universitas negeri yang ada di Yogyakarta? Bully semacam ini kadang membuat seseorang menjadi lebih baik, ingin membuktikan. Dan dalam hidup pasti ada lika-liku, gak selalu mulus. Jangan terlalu menyerah dengan keadaan, keadaan itu kita sendiri yang menciptakan.

Iya memang kuliah tidak menjamin kesuksesan, tapi ada pula hal positif yang bisa kita ambil. Kakakku pernah berkata, "kuliah memang gak jamin sukses, gak jamin kamu kaya. Tapi kamu punya pengalaman, yang gak dimiliki orang-orang yang tidak kuliah. Kamu juga pasti kerja kan? Bayangkan ketika kamu reuni nanti, kamu bercerita tentang kerja, mereka akan nyambung karena kalian semua bekerja. Tapi ketika kamu bercerita tentang kuliah? Gak semua temenmu akan nyambung, pasti nanti akhirnya pembicaraan akan diarahkan lagi ke topik pekerjaan".

Salah satu pertimbanganku memilih kuliah karena pada tahun 2017, Badan Statistik menyatakan bahwa pengangguran lebih banyak di lulusan SMK dibanding lulusan SMA. Karena apa? SMK memang mencetak generasi siap kerja, namun sarana prasarana yang ada di sekolah masih belum memadai. Contoh, aku SMK jurusan Otomotif, praktik di sekolah lebih cenderung ke mesin yang masih konvensional, sedangkan tuntutan saat ini adalah pekerja yang menguasai sistem diatas konvensional seperti EFI, Hybrid, bahkan sekarang mulai dikembangkan lagi mobil listrik. Lantas apa yang terjadi pada lulusan SMK yang hanya sebatas mempelajari sistem konvensional? Ya nilai sendiri lah ya.

Meskipun ijazahmu nanti tak sesuai  dengan apa pekerjaanmu, tapi setidaknya ijazahmu adalah nilai tambah untuk membuatmu lebih unggul dibandingkan dengan yang lain :)

Mungkin hanya singkat yang bisa aku ceritakan, ambil saja apa yang positif, aku hanya mencoba untuk menjadi orang yang sedikit bermanfaat bagi sekitar. Dan pesan untuk teman-teman, semangat terus untuk mencapai cita-cita. Keep moving forward, tapi jangan cuma maju datar, tapi maju dan meningkat.

Dan untuk kedua orang tuaku, ridhoi perjalananku. Takkan ku sia siakan kesempatan ini. Aku pasti pulang, dan membuat kalian tersenyum :)
Dan untuk teman-temanku yang di Lampung, jangan tunggu aku pulang. Mari kita kejar impian kita masing-masing. Yang kuliah, semangat kuliahnya. Yang kerja, semangat kerjanya. Ayo kita berjuang, aku berdoa dari kejauhan, kalian aja yang gak tau :v

Akhirul kata, aku sang Kreator Kotor, pamit undur diri. Tunggu artikelku selanjutnya ya :)

Wednesday, March 14, 2018

Cara Menggunakan Whatsapp pada BlackBerry OS10

Wassap guys, come back with me Kreator Kotor!

Menindaklanjuti pertanyaan teman-teman yang ingin menggunakan Whatsapp di Blackberry OS10, kali ini saya akan memberikan tutorial simpel gimana sih caranya instal whatsapp di ponsel yang tak lagi support Whatsapp.

Oke biar gak kelamaan, mari kita kupas satu persatu!

  1.  Sapkan Handphone Anda, dan Hal Lain
 Yang pertama kalian harus siapkan yaitu Blackberry OS10 yang baterai nya dalam kondisi penuh, kopi agar tidak panik, dan kuota data atau akses internet lain yang mumpuni.
     


      2. Download dan Instal Aplikasi Whatsapp Android

Jadi kenapa yang kita download adalah aplikasi Whatsapp android? Karena memang Blackberry tidak support lagi! :v

Satu hal yang perlu di perhatikan, karena ini adalah aplikasi Android maka diperkenankan untuk mengizinkan aplikasi dari sumber lain selain Blackberry World dan Amazon Appstore.
langkah-langkahnya yaitu Setting >> Manajer Aplikasi >> Menginstal Aplikasi >> ceklis "izinkan aplikasi dari sumber lain"

situs buat download whatsapp bisa klik disini !
 
*insyaallah langkah ini tidak akan membuat performa ponsel anda menjadi berkurang. Karena saya sudah menggunakan Apk ini cukup lama dan aman aman saja



      3. Download Whatsapp Fixer di Blackberry World

Jadi apa gunanya apk ini? Nah karena Whatsapp yang kalian download nanti mungkin tidak akan bisa untuk mengirim foto, video, dll. Makanya kita gunakan apk ini untuk memperbaiki whatsapp kita. Cara menggunakan Whatsapp Fixer sangatlah mudah, tinggal ikuti langkah langkahnya saja saat kalian buka aplikasi Whatsapp Fixer.



      4. Gunakan Whatsapp anda Sepetri Biasa

Nah sekarang kalian bisa gunakan Whatsapp anda seperti biasa, bahkan kali ini anda bisa upload video di status Whatsapp. Karena sebelumnya, Whatsapp bawaan Blackberry tidak memiliki fitur Status. Pada dasarnya Whatsapp kalian kali ini sama persis seperti android, bahkan bisa digunakan untuk video call



Semoga artikel ini bermanfaat guys! Untuk pertanyaan lebih lanjut bisa ditanyain di kolom komentar :)
karena pada dasarnya artikel ini simpel, maka saya sengaja tidak menampilkan gambar :v mohon maaf atas segala kekurangan dan kelemahan saya. Salam Kreator Kotor!

Friday, September 22, 2017

Jangan Munafik! Jadi Blogger Itu Butuh Modal Yang Besar

Kalian mungkin udah tidak asing lagi sama istilah blogger. Blogger adalah pelaku yang mengoprasikan suatu blog atau disebut penulis yang karya nya dituangkan ke dunia web. Bahkan, blog memberi reward bagi penulis yang telah memenuhi syarat dan ketentuan.


Banyak sekali blogger Indonesia yang sukses bahkan menjadikan blog sebagai pekerjaan utamanya. Karena memang reward yang diberikan tidak main-main, tergantung kita menjalaninya, serius atau main-main.

Lalu apa sih modal menjadi seorang blogger?

Banyak sekali artikel yang membahas tentang modal menjadi seorang blogger, namun disini gua mau nulis apa menurut sudut pandang gua.

Menjadi blogger itu modalnya gede! Hanya orang-orang tertentu yang mampu menjalani nya! So, check this out!


1. Butuh Tekad Yang Kuat

Kenapa harus tekad yang kuat? Ini sendiri akan terlihat tekad kalian ketika artikel kalian sepi pengunjung. Usaha yang kalian lakuin kaya promosi di sosial media, bahkan promosi berbayar, gak membuahkan hasil. Akan datang dimana sebuah pertanyaan "lanjut apa berhenti ya, gua rasa sia-sia".
Dan ketika kalian memilih untuk lanjut, congratulation! Kalian sudah memiliki modal pertama!


2. Kurangi Rasa Malu, Percaya Dirilah!

Modal yang kedua ini termasuk dalam cobaan membuat blog. Karena promosi blog kalian, gak berhenti di sosial media dan iklan berbayar. Kalian juga harus share ke teman kalian secara to the point. Mungkin itu terlihat mudah, namun pernahkah terpikir bahwa dalam suatu lingkungan ketika kalian memiliki hal lain yang padahal lebih bagus malah membuat kalian terlihat aneh dan ditertawakan?

Ini udah gua alami guys, gua awalnya dipandang sebelah mata. Tapi gua tetep percaya diri, dan memilih buat lanjut.
Ketika kalian memilih buat lanjut, sekali lagi selamat! Modal kedua udah kalian kuasai.

Baca penjelasannya!


3. Yang Terakhir, Jadilah Kreatif!

Simple ya, tapi ini sangat penting! Dalam menulis sebuah artikel kalian harua kreati, bukan hasil copas (kecuali kalo kalian tulis source nya ya gak papa).

Tapi gua saranin kalian buat kreatif. Karena kalo kalian copas, artikel kalian bakal kalah sama yang sudah lebih dulu publish artikel tersebut. Karena ratting itu penting guys. Ketika ratting kalian anggap sebelah mata, di saat itu pula kalian kalah.
Sekali lagi, ketika kalian kreatif, kalian sudah memiliki modal ketiga.


Itu sih menurut gua modal terbesarnya. Bahkan gua sendiri gak punya laptop untuk menulis artikel ini. Padahal itu merupakan senjata utama seorang blogger, tapi gua gak punya itu :)

Jadi gimana lo selama ini nulisnya?

Oke, jadi gua tulis artikel-artikel gua lewat android. Bahkan ini android dengan jaringan internet sebatas 3G, dimana jaringan 4G sudah mulai merajai pasaran. Inilah yang termasuk ke dalam Tekad Yang Kuat. Ketika lo berusaha dan memiliki niat, semua pasti bisa. Bahkan gua sendiri lebih mudah mencatat apa yang gua tangkep ketika gua lagi diberbagai tempat. Karena android kan mudah dibawa. Ketika dapet ide, langsung tulis, kalo capek ya di save jadikan draf.

Jadi gua nulis di aplikasi milik blogger, yang bisa kalian dapetin di Play Store. Sebenarnya aplikasi ini tidak terlalu lengkap dalam proses editting blog, tapi kalo cuma buat nulis sih menurut gua udah cukup. Tapi gua saranin, kalo mau upload gambar ke artikel kalian jangan lewat aplikasi ini ya, karena aplikasi ini belum sempurna. Ntah aplikasinya, apa android gua yang terlalu kuno :v
Untuk soal editting blog, kalian bisa dateng ke warnet atau pinjem laptop temen, dan itu tidak setiap hari. Murah kan?

Tapi gua yakin, kalian semua sudah punya sarana yang memenuhi untuk membuat sebuah blog :)
Itu dia guys beberapa modal yang besar untuk menjadi seorang blogger. Modal yang amat besar bukan? Jangan patah semangat guys, yuk kita maju bersama.

Salam KreatorKotor!

Unik Atau Aneh? Ketika Kita Tampil Beda, Meskipun Itu Baik, Malah Ditertawakan


Secara garis lurus, artikel ini membahas point nomor 2 di artikel sebelumnya, yaitu artikel tentang modal menjadi seorang blogger. Namun mari kita bahas secara garis besar, check this out!
Pernah gak sih kalian tampil beda, padahal itu lebih baik, tapi malah dianggap aneh?


Example, belajar bahasa inggris itu yang dibutuhkan practice, sedangkan tenses itu urusan nanti soal pendalaman. Liat aja tukang becak di Bali, pedagang kerajinan di Bali, apa mereka kursus atau bimbel bahasa inggris untuk melayani pelanggan mancanegara? Semua itu datang karena terbiasa, dan mereka memulai untuk practice.

Nah, pas di sekolah kalian mau terapin itu. Kalian mulai sedikit-sedikit masukkan bahasa inggris di sela-sela kalimat waktu kalian ngobrol sama kawan. Tapi malah di bilang sok sokan bukan? Kalian dibilang aneh, konyol, dll. Yang padahal, itu adalah metode kalian untuk bisa berbahasa inggris.

Yang jadi pembahasan kali ini yaitu, kenapa harus ditertawakan? Apakah memang sifat orang Indonesia yang seperti ini? Mereka termasuk tidak menghargai usaha orang lain. Giliran kalian udah berhasil? Apa yang mereka lakuin?
Apakah kita yang salah tempat? Apa mereka yang gak bisa menghargai?

Contoh lain, kadang kan ada nih waktu kita lagi belajar terus ada pertanyaan yang mau ditanyakan ke guru. Waktu kita tanya, kawan kalian itu kaya gak support aja ke kalian. Kadang ada yang mengejek, mentertawakan, dll. Padahal, itu adalah proses dimana kalian buat menjadi lebih tau. Karena sekolah adalah tempat menimba ilmu. Kalo gini kan kita jadi semakin malu mau nanya lagi, iya bukan?

Kadang aneh juga waktu guru ngomong "apakah ada pertanyaan?" , terus para murid bilang kalo gak ada pertanyaan. Ntah karena mereka sudah paham, atau MALU BERTANYA KARENA TAKUT DITERTAWAKAN. That's right?

Emang kenapa sih kalo kita tampil beda? Apa mereka iri karena gak bisa? Kenapa gak di support aja sih?

Hal ini yang gua rasain waktu gua pertama kali bikin blog. Gua dipandang sebelah mata bagi sebagian orang. Dan ketika gua kasih liat statistik viewers di blog gua, mereka jadi takjub. Dan gua mulai jelasin aja ke mereka bahwa blog itu sarana nulis yang menghasilkan. Tapi jujur, blog gua belum terdaftar di google adsense. Hehe

Jadi apa yang mau sampein ke kalian guys. Stop Bullying guys, kami punya karya. Marilah kita mencoba menghargai hasil karya orang lain, jadi apresiator itu gak bayar guys. Itu bisa jadi semangat buat kita berkarya.

Jadi itu dia sedikit pembahasan yang semoga bisa jadi renungan buat kita semua. Share kalo perlu :)

Salam KreatorKotor!

Thursday, September 21, 2017

Mana Yang Lebih Penting? Serius Sekolah Atau Serius Berorganisasi?

Salam KreatorKotor


Kembali lagi dengan gua, si kreator newbie yang mencoba memandang suatu pandangan dari berbagai sudut pandang. Dan kembali gua ingatkan, gua gak berharap artikel ini kalian baca. Tapi kalo kalian udah klik artikel ini, gua harap kalian baca artikel ini sampai habis :)

So, kembali lagi ke materi kali ini yaitu Penting Mana Antara Serius Sekolah dan Serius Berorganisasi

Jika kita melihat ke belakang, maka akan terlintas sebuah kenangan tentang pentingnya sekolah. Sekolah itu segalanya, kalo gak sekolah kita gak bisa sukses, kalo sekolah udah pasti sukses. Bahkan ada masa dimana lulus S1 Teknik, dianggap sudah pintar dalam berbagai hal. Tanda tanya yang cukup besar di kepala gua.

Dan sekarang, kita hidup dimana semua sudah berbeda. Kemajuan teknologi merajalela. Lalu apa hubungannya dengan judul artikel kali ini? Mari kita bahas


Sekolah Itu Lebih Penting!

Sekolah merupakan tempat dimana kita bisa menimba ilmu. Ilmu apapun tergantung jurusan apa yang kita pilih. Dan tidak ada batasan untuk mempelajari ilmu. Kita boleh mempelajari lebih dari satu ilmu, semakin banyak semakin baik.
Apabila kita sekolah, kita mendapat ijazah. Dan untuk mendapat nilai yang baik di ijazah, kita perlu berusaha. Belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh. Gua harap, usaha kalian dengan jalan yang benar :)

One more, apa yang kita dapat? Ijazah, that's right. Ijazah berguna sekali untuk menunjang karir dalam suatu pekerjaan. Lapangan kerja biasanya mempertimbangkan calon pekerjanya dengan melihat status pendidikannya. Karena suatu saat, kita semua harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita tidak bisa terus bergantung kepada orang tua.


Berorganisasi Itu Dibutuhkan Untuk Memperluas Jaringan!

Berorganisasi itu bisa dikatakan action di dunia nyata. Dalam suatu organisasi kita bisa menemukan jati diri kita yang tidak bisa dipelajari di bangku sekolah. Berorganisasi menumbuhkan karakter yang dibutuhkan setiap orang. Karena manusia berkarakter, mamiliki pandangan positif di masyarakat.

Kita sendiri bisa mengikuti organisasi dimana saja. Dan cobalah selektif dalam berorganisasi, karena terkadang ada segelintir orang yang membuat suatu organisasi dengan tujuan yang menurut gua aneh.


Jadi, Lebih Penting Mana?

Di Sekolah, kita bisa mendapatkan banyak ilmu akademis dan non akademis. Finally, kita mendapat sebuah reward yaitu Ijazah, dimana semua usaha kita dapat terlihat hasilnya.

Namun, coba kita berpikir sejenak. Dalam mengerjakan sesuatu, yang menurut kita baik, terkadang salah dimata orang lain. Termasuk sekolah, apa yang kita anggap baik terkadang dianggap salah oleh guru. Kita hanya berpacu pada ilmu yang sudah ada, bukan menemukan hal baru.

So, nilai rapot kita sebenarnya tergantung bagaimana guru melihat kita. Namun tidak semua guru itu memiliki sifat tersebut.

Ijazah sendiri dibutuhkan saat kita mencari pekerjaan. Ingat! MENCARI PEKERJAAN! BUKAN MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA! Dimana kita mondar-mandir, kesana-kemari, mencari pekerjaan dengan membawa map berisi syarat-syarat mendaftar kerja. Padahal kita bisa menciptakan lapangan kerja tanpa ijazah, dan kita adalah BOS nya :)

Sedangkan dalam organisasi, kita bisa memiliki banyak jaringan. Kita lebih banyak kenal dengan orang-orang yang mungkin sudah sukses duluan. Karena kesuksesan, kita yang usaha, Tuhan yang accept (menyetujui usaha kita). Tetapi kadang organisasi bisa membuat kita melupakan pentingnya ujian akhir semester. Sehingga, ijazah menjadi di pending.

Apabila kita memiliki jaringan yang luas, kita bisa lebih mudah dalam mencari pekerjaan. Kita tidak perlu kesana-kemari membawa map. Kita hanya perlu bertanya kepada teman-teman kita lewat teknologi yang sudah berkembang. Bahkan, semua syarat yang dibutuhkan bisa kita scan dan kirim melalui email. Bagaimana? Hemat tenaga, hemat biaya, bukan?

Terlepas dari itu semua, dua hal tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bukankah lebih baik apabila kita bisa menjalani keduanya secara berdampingan? Kita hanya perlu mengatur waktu untuk membagi kedua kegiatan tersebut.

Tetapi orang memiliki batas kemampuan dalam menguasai sesuatu, jadi gimana? Sulit untuk menguasai kedua nya!

Kalem guys, Albert Einstein yang sedemikian cerdasnya saja ternyata belum menggunakan kemampuan otaknya secara keseluruhan. Dia bisa, kenapa kita tidak? Semua hanya butuh proses, dibarengi dengan usaha dan doa.
 
Ah elu enak ngomongnya, emangnya elu udah jadi apa yang elu omongin?

Yap, gua sendiri sebagai penulis hanya ingin memberi sedikit sudut pandang gambaran. Gua juga masih dalam proses mempelajari keduanya, menguasai keduanya. Berbicara memang mudah, melakukannya yang sulit, dan gua sadar akan hal itu.

Finally, gua selaku penulis artikel ini, cuma mau mengajak, agar kita semua (termasuk gua) bisa menguasai kedua itu. Dan itu semua tanpa ada unsur paksaan, karena pilihan ada di tangan kalian. Gua juga masih butuh masukan-masukan dari kalian yang mungkin memiliki sudut pandang lain.

Jadi cuma itu yang bisa gua ungkapkan, guys. Share kalo kalian setuju, komen kalo kalian merasa artikel ini ada kekurangan. Karena gua selaku penulis mengakui segala kekurangan gua.

Salam KreatorKotor!

Wednesday, September 20, 2017

Hal Yang Didapatkan Ketika Memiliki Vespa

Melanjutkan dari postingan yang membahas soal vespa sebelumnya, kali ini mari kita bahas beberapa keuntungan memiliki vespa. Yah meskipun postingan sebelumnya banyak yang salah perspeksi :) hehe

Lihat artikel sebelumnya!

Jangan salah kira guys, punya vespa itu ternyata berfaedah, hehe. Ingat, artikel ini memandang suatu pandangan dengan berbagai sudut pandang. Let's go kita ulas satu per satu!




1. Gak Bawa STNK? Kalem

STNK merupakan syarat penting pengendara sepeda motor apapun jenisnya, tapi pengalaman gua membuktikan bahwa lo bisa aman kalo lo bawa vespa. Bahkan, lo bisa jelajahi tiap ujung Indonesia tanpa membawa STNK. Tapi inget bro, sedia payung sebelum hujan. Karena berbagai daerah di Indonesia memiliki aparat lalu lintas yang kadang berbeda aturan tentang penilangan.

2. Vespa Itu Full Metal (Logam) *2tak


Ini dia salah satu sifat vespa yang menurut gua mantap, hehe. Yaitu rangka vespa yang terbuat dari logam. Hal ini memungkinkan kita bisa sedikit lebih aman secara moneter dari ancaman yang berbahaya seperti emak-emak naik matic. Kalo memang terjadi hal yang tidak diinginkan, rangka masih bisa diperbaiki dan kembali kokoh. Tapi ingat lur, tetap utamakan safety riding karena keluarga menunggu kita diumah. Hehe

3. Media Kreatifitas

Cuma di Indonesia lur, kita bisa mengubah motor menjadi gocart, mobil tronton, tank baja, dll. Dan ide-ide kreasi kita, bisa kita tuangkan ke vespa, selagi besi masih diproduksi dan tukang las belum beralih profesi jadi youtubers, hehe. Bahkan apabila besi sudah tak diproduksi, ternyata masih ada anak bangsa yang membuat rangka vespa dari pohon. That's Amazing! We must proud about it!

4. Gak Panik Kalo Ban Bocor

Ini sudah menjadi rahasia umum bagi para scooterist kenapa mereka setel kalem kalo ban vespa mereka bocor. Perlu diperjelas? Atau biarkan menjadi rahasia saja? Untuk kali ini gua mencoba jujur buat kalian. Ban vespa yang bocor masih bisa digunakan apabila disekitar kalian ada benda lunak yang bisa membuat ban vespa itu berisi penuh, seperti rumput, kain, dll. Tapi sedia ban cadangan itu lebih recomended dah lur!

5. Vespa Biasanya Memberi Kita Hadiah (surprise)

Nah soal ini gua gak tau gimana jelasinnya, tapi jelas kalian semua sudah paham lah apa itu 'hadiah' yang dikasih si vespa kesayangan. Niatnya cuma mau ganti bearing, giliran dibongkar jadi bikin pening. Haha

6. Gak Peduli Lo Siapa, Kalo Bawa Vespa, Lo Sodara Gua!

Ini dia yang jarang lo dapet kalo lo naik motor jepangan. Persaudaraan vespa di Indonesia ini sangat kental. Bahkan tiap lo bawa vespa, papasan sama vespa lain, lo bakal saling sapa. Kalo vespa lo mogok, vespa lain yang lewat pasti menepi dan membantu. Kalo lo naik jepangan? Mogok? Ya tau sendiri lah ya. Prinsip Satu Vespa Sejuta Saudara dipegang teguh oleh para scooterist di Indonesia

Jadi, berminat untuk memiliki vespa? Awas lur, vespa itu mahal :v hehe

Monday, September 18, 2017

Alasan Mengapa Vespa Extreme Harus Dimusnahkan



Gua gak berharap kalian buat baca artikel ini. Tapi gua mohon kalo kalian udah klik artikel ini, tolong baca sampai habis! 
Vespa merupakan salah satu alat transportasi yang banyak diminati masyarakat luas termasuk masyarakat Indonesia. Menurut oto.detik.com, Indonesia merupakan pengguna vespa terbanyak ke-2 di dunia. Vespa sendiri memiliki 2 jenis mesin berdasarkan langkah usaha, yaitu 2 tak dan 4 tak.
Vespa diproduksi pertama kali pada tahun 1946 di Florence, Italia. Sepeda motor ini sempat berjaya dimasa nya, dan bahkan sampai sekarang. Piaggio sebagai pabrikan motor vespa tetap terus berinovasi hingga kini.
Di Indonesia, vespa ini menjadi sarana modifikasi yang terbilang beragam. Ada banyak sekali jenis rangka (chassis) yang unik. Mereka memberi nama hasil modifikasinya dengan sebutan 'Vespa Extreme'.

Karena dianggap membahayakan lalu lintas, akhirnya dibuat peraturan mengenai modifikasi motor. Pasal 52 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU No. 22/2009”) juncto Pasal 123 ayat (1) huruf b juncto Pasal 131 huruf (e) PP No. 55/2012. Adapun penelitian tersebut meliputi aspek:
1.    rancangan teknis;
2.    susunan;
3.    ukuran;
4.    material;
5.    kaca, pintu, engsel, dan bumper;
6.    sistem lampu dan alat pemantul cahaya; dan
7.    tempat pemasangan tanda nomor Kendaraan Bermotor.
Jika ditinjau dari peraturan diatas, vespa extreme belum memenuhi syarat secara keseluruhan. Lalu, apa alasan vespa extreme harus dimusnahkan?
Memang vespa extreme memungkinkan untuk menghambat lalu lintas seperti membuat kemacetan saat mogok, namun sebagian besar pengendara vespa extreme mulai berkendara saat malam hari dimana lalu lintas mulai sepi.
Dan ternyata, ada alasan lain mengapa vespa extreme harus dimusnahkan. Dan mari kita lihat dari hal lain, yaitu mobil hasil karya SMK 1 Singosari Malang, yaitu Kiat Esemka. Hasil karya anak bangsa ini belum bisa dihargai oleh Indonesia sendiri. Belum diproduksi secara massal, meskipun sudah di 'test drive' oleh Bapak Presiden Jokowi yang pada saat itu menjabat sebagai Walikota Solo.
Dilihat dari hal tersebut, alasan utama mengapa peraturan yang membahas tentang modifikasi dibuat karena masyarakat tidak bisa memberikan apresiasi terhadap apa hasil karya anak bangsa. Vespa Extreme merupakan hasil karya anak bangsa yang harus diapresiasi. Karena, orang asing sangat kagum melihat modifikasi vespa extreme karya anak bangsa. Namun mengapa kita tidak kagum?

Baca juga Hal Yang Didapatkan Ketika Memiliki Vespa
So, Save Vespa Extreme. Extreme Isn't Crime. We Are Save and Keep Safety Riding :)

Friday, September 15, 2017

Sekolah Salah Jurusan?

Hai, whats up guys! Kembali lagi dengan gua yg mencoba memandang sudut pandang dari berbagai sudut pandang.

Salah jurusan sering terjadi pada anak sekolah, khususnya bagi jenjang sekolah tingkat atas (SLTA). Apalagi yang mereka belum memiliki pemikiran yang dewasa, karena pendewasaan diri bisa datang di usia yang tidak bisa ditebak. Jika dalam hidupnya hanya mengikuti alur, tanpa ada arah yang jelas. 

Mereka yang lulus SLTP dan ingin melanjutkan ke tingkat selanjutnya pasti akan merasa bingung, bahkan mereka hanya biasa saja tanpa berpikir kedepannya. Bahkan mereka hanya sekolah karena mengikuti teman temannya tanpa ada niatan yang besar.

Lalu bagaimana jika pemikiran yang dewasa baru datang saat kita sudah terlanjur salah jurusan di pertengahan SLTA? Berhenti atau lanjut? Rugi atau tidak?

Pertama, mari lihat dari sudut pandang waktu. Secara waktu guys, kita udh rugi. Bayangkan jika selama itu kita membuka usaha? Selama ini kemana aja? Wasting time? That's right! Waktu yang udah kita jalani, gak ada yang didapat.

Kedua, coba kita lihat dari sudut pandang biaya. Untuk kalian yang punya bokap nyokap tajir oke aja ini bukan sesuatu hal yang penting. Tapi buat gua yang hidup sederhana? Rugi besar guys. Semua yang udah bokap nyokap kita perjuangin, sia-sia. Gak ada sedikit ilmu yang masuk di pikiran kita karena sekolah cuma ngikut-ngikut teman atau hanya mengikuti zaman.

Tapi coba kita lihat dari sudut pandang yang positif guys. Waktu memang gak bisa kita putar balik. Kalo kita udh terlanjur salah jurusan ya jalani aja, yang penting semangat. Memang dalam hal ini kalian rugi waktu, namun jika kita menjalaninya dengan bersungguh-sungguh pasti gak rugi. Usahakan kerugian kita, masih memiliki nilai lebih di diri kita. Lo pengen masuk dunia chef, tapi lo disekolahin masuk otomotif, gak papa. Lanjutkan saja karena "jika kalian belajar apa yang kalian suka, maka kapan kalian bisa apa yang kalian tidak suka?".

Dan belajar itu tidak rugi dalam hal uang. Pernah mendengar istilah Pengalaman itu mahal? Anggap saja salah jurusan yang kita hadapi menjadi proses pencarian pengalaman. Dalam hal ini kalian harus semangat dalam belajar. Karena gua sendiri lihat kawan-kawan gua yang dulu sekolah, mereka punya sifat masing-masing. Ada yang datang hanya untuk pulang (bahagia saat bel pulang menggema), ada yang datang hanya untuk menang (jam kosong digunakan untuk main game dan mendapati layar hp nya bertuliskan " Victory!"), ada yang datang hanya untuk peregangan (sampe sekolah, langsung ambil posisi tidur)

Walaupun sekolah tinggi gak jamin kita menjadi orang sukses, tapi gua percaya bahwa rajin belajar bisa bikin kita sukses. Dan ingat, ilmu bisa didapat tanpa kalian harus sekolah. Di era teknologi ini, kita bisa belajar dengan satu klik. Yap, dunia maya jawabannya. Dan cobalah untuk selektif dalam memilih suatu bacaan. Karena dalam dunia maya, jika kita tidak bisa memilih, kita akan terjerumus!

Jadi apa kesimpulannya dari postingan gua kali ini. Salah jurusan itu gak bikin dunia kiamat guys, karena bisa aja lo dapet sesuatu dari kegiatan salah jurusan. Dan yang lebih salah dari salah jurusan itu, ketika kita cuma diem aja karena takut mengambil jurusan apa. Dan pada akhirnya, kita hanya diam saja dan tidak belajar :)

Yap, itu dia sedikit ulasan dari gua si 'kreator kotor'. Gua bukan penggila viewers, tapi gua butuh komentar karena gua gila saran dan masukan. See you next time, guys

Baru!

Hai guys, whats up?

Gua baru aja punya blog, bahkan gua sendiri belum tarlalu fasih dalam penggunaannya. Namun satu tujuan gua bikin blog, yaitu gua pengen share artikel-artikel yang terserah mau kalian anggep apa. Hehe

Disini gua mencoba menuliskan tentang apa yang ada di pikiran gua. Bisa aja jadi sedikit motivasi atau ulasan-ulasan menarik lainnya.

Gua cuma pengen mencoba memandang sebuah pandangan dari berbagai sudut pandang. Karena terkadang orang-orang memiliki sudut pandang berbeda dalam melihat satu hal yang sama.

Kalo kalian suka sama artikel-artikel yang nanti gua share, gua bersyukur. Kalo kalian gak suka, gua butuh kritik dan saran serta masukan kalian agar gua bisa perbaiki kesalahan gua. Gua gak berharap buat kalian membaca artikel-artikel gua, tapi kalo kalian udah baca, gua mohon masukan-masukan biar gua bisa lanjut terus menulis artikel yang menghibur.

So, let's start. Enjoy the reading :)

Resensi Buku Menggugat Historiografi Indonesia

A. Identitas Buku Judul Buku          : Menggugat Historiografi Indonesia Penulis Buku       : Bambang Purwanto dan Asvi Warman Adam Pen...