Sunday, August 26, 2018

Harga Vespa dari Limbah Kayu karya Anak Bangsa Menuai Pro dan Kontra

Siapa sih yang tidak kenal kendaraan satu ini? Vespa adalah sepeda motor yang di produksi oleh raksasa otomotif yaitu Piaggio. Mulai dari angkatan tua sampai yang angkatan muda, Vespa masih memiliki daya tarik tersendiri di hati masyarakat. Menurut beberapa sumber, Indonesia merupakan pengguna Vespa terbanyak kedua setelah Italia. Artinya, bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia apabila mendengar kata Vespa.

Di Indonesia, banyak sekali scooterist yang sangat kreatif. Dan akhir-akhir ini terdengar kabar bahwa salah satu modifikasi vespa karya anak bangsa dihargai senilai 1,9 Milyar Rupiah. Angka yang sangat fantastis bukan? Dilansir dari salah satu acara televisi, vespa ini merupakan satu-satu nya di dunia. Karya anak bangsa, yang mendunia!

Lantas apa yang membuat Vespa ini begitu mahalnya? Bahkan angka 1,9 Milyar bukanlah harga yang ditawarkan dari sang pemilik, angka tersebut adalah harga yang ditawarkan oleh calon pembeli. Hebat bukan?

Eri Ashari, adalah pemilik dari vespa tersebut. Berasal dari Lembang, Bandung. Dia membuat body Vespa dari bahan limbah kayu. Maka dari itu, memang Vespa yang satu ini benar-benar limited edition. Bahkan, proses mengumpulkan limbah kayu tersebut selama 2 tahum! Lah itu aja baru ngumpulin limbah lur! Kabarnya, limbah kayu yang digunakan adalah limbah pensil kayu. Total limbah yang dikumpulkan selama 2 tahun adalah 65 juta pensil.

Nah, dalam hal ini menuai pro dan kontra. Ada yang benar-benar menghargai, ada yang mengatakan bahwa merugi apabila membeli vespa tersebut. Harga 1,9 Milyar ternyata bukanlah penawaran dari orang dalam negeri, namun penawaran peminat dari luar negeri. Salah seorang yang berasal dari Venezuela ingin sekali membeli Vespa karya anak bangsa ini dengan nominal 130.000 Euro (1,9M). Dan lucunya, orang dalam negeri pun ada yang menawar tetapi hanya dalam nominal 3Juta Rupiah. Lucu atau ngenes? Orang luar negeri begitu mengapresiasi karya anak bangsa, sedangkan anak bangsa? Apa yang kita lakukan?

Terlepas dari pro kontra, bukankah sebaiknya kita sebagai anak bangsa lebih menghargai? Menghargai bukan berarti membeli kan? Bukan malah mengatakan "untuk apa membeli barang seperti itu, 10juta pun saya gak mau". Berkomentar memang mudah, tak lebih dari 2 menit kita sudah bisa berkomentar. Tetapi karya tersebut, membutuhkan waktu minimal 2 tahun. Jika memang benar-benar tidak suka, bukankah lebih baik diam saja? Bukan malah berkomentar negatif? Ini karya Anak Bangsa, akan lebih baik jika kita pun merasa bangga. Ada dua hal dalam suatu karya, yaitu bagus, dan sangat bagus. Tidak ada kata jelek, buruk, dll.

Kabarnya, pemilik belum mau menjualnya karena akan menghadiri acara Vespa di Yogyakarta. Bagaimana menurut kalian? Tulis komentar kalian di kolom komentar.

No comments:

Post a Comment

Resensi Buku Menggugat Historiografi Indonesia

A. Identitas Buku Judul Buku          : Menggugat Historiografi Indonesia Penulis Buku       : Bambang Purwanto dan Asvi Warman Adam Pen...